Wisata Baru Gunungkidul Bikin Geger! Diresmikan Bupati dan Sajikan Ikon Dunia, Disebut Calon “Top of Jogja”
Berkah Lumintu - Sunday, 04 January 2026 | 10:00 PM


Kabupaten Gunungkidul kembali menambah daftar destinasi unggulan. Kali ini, sebuah objek wisata baru bernama Pictniq resmi dibuka di kawasan perbukitan Patuk, Rabu (31/12). Kehadiran Pictniq memperkuat posisi Wisata Gunungkidul sebagai salah satu magnet utama pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya bagi wisatawan yang gemar berburu spot foto aestetik dengan panorama alam terbuka.
Peresmian Pictniq dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, menandai babak baru pengembangan wisata berbasis visual dan pengalaman di wilayah timur Gunungkidul yang selama ini dikenal dengan lanskap perbukitan dan jalur strategis penghubung Yogyakarta–Wonosari.
Pictniq Patuk, Wisata Visual dengan Konsep Ikon Dunia
Pictniq hadir dengan konsep yang cukup unik. Di dalam kawasan wisata ini, pengunjung dapat menemukan beragam ikon dari berbagai negara di belahan dunia yang dirancang sebagai spot foto aestetik. Konsep ini menyasar tren wisata modern, di mana pengalaman visual dan konten media sosial menjadi bagian penting dari perjalanan wisata.
Dengan latar perbukitan Patuk yang hijau dan kontur alam yang khas, ikon-ikon tersebut tampil kontras namun menarik. Inilah yang membuat Pictniq diproyeksikan menjadi destinasi favorit baru, khususnya bagi wisatawan muda, keluarga, hingga content creator yang mencari sudut foto unik tanpa harus bepergian jauh ke luar negeri.
Diresmikan Bupati, Jadi Sinyal Dukungan Pemerintah Daerah
Dalam peresmian tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan harapannya agar Pictniq tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Menurut Endah, kehadiran destinasi wisata baru harus membawa manfaat ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar ramai di awal pembukaan. Oleh karena itu, Pemkab Gunungkidul mendukung pengembangan wisata yang melibatkan warga lokal sejak tahap awal.
“Diharapkan dapat memberikan multiplier effect dari kehadiran destinasi ini, termasuk terbukanya lapangan kerja bagi warga sekitar melalui pengelolaan parkir dan pelibatan UMKM lokal,” ujar Endah.
Pernyataan ini sejalan dengan arah pembangunan pariwisata Gunungkidul yang menekankan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Target Jadi “Top of Jogja”
Presiden Direktur Pictniq, Yudi Harsono, menyampaikan optimisme besar terhadap potensi destinasi ini. Ia berharap Pictniq dapat menjadi ikon wisata baru yang tidak hanya dikenal di Gunungkidul, tetapi juga di tingkat regional bahkan nasional.
“Destinasi ini diharapkan dapat menjadi ikon wisata baru atau ‘Top of Jogja’ yang membawa manfaat luas bagi pendapatan asli daerah maupun ekonomi kerakyatan,” kata Yudi.
Istilah “Top of Jogja” bukan tanpa alasan. Lokasi Pictniq yang berada di kawasan perbukitan Patuk memberikan sudut pandang strategis dan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata lain. Dari sini, wisatawan bisa menikmati udara sejuk, panorama alam terbuka, serta suasana yang relatif tenang.
Wisata Gunungkidul: Dari Pantai ke Perbukitan
Selama ini, Wisata Gunungkidul identik dengan pantai-pantai eksotis seperti Indrayanti, Pok Tunggal, dan Drini. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan wisata mulai merambah kawasan perbukitan dan non-pesisir.
Kehadiran Pictniq memperkaya pilihan destinasi wisata Gunungkidul. Wisatawan kini tidak hanya datang untuk menikmati laut, tetapi juga pengalaman visual, rekreasi keluarga, dan wisata tematik yang cocok untuk segala usia.
Diversifikasi ini penting untuk menjaga keberlanjutan pariwisata, sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Gunungkidul.
Dampak Ekonomi bagi Warga Sekitar
Salah satu aspek paling menarik dari kehadiran Pictniq adalah potensi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, peluang usaha baru terbuka, mulai dari pengelolaan parkir, warung makan, hingga penjualan produk UMKM desa.
Pelibatan UMKM lokal dalam penyediaan makanan olahan desa menjadi langkah strategis untuk memastikan perputaran ekonomi terjadi di tingkat bawah. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Gunungkidul dalam mendorong pariwisata inklusif.
Selain itu, keberadaan destinasi wisata baru juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama bagi generasi muda di sekitar kawasan Patuk.
Tahap Pembangunan: Masih Akan Berkembang
Saat ini, Pictniq telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama, yang difokuskan pada penyediaan spot foto dan fasilitas dasar bagi pengunjung. Namun pengelola memastikan bahwa pengembangan tidak berhenti di sini.
Pada tahap kedua, Pictniq berencana mengembangkan area permainan anak. Pengembangan ini masih dalam proses pengurusan perizinan, namun diharapkan dapat segera terealisasi untuk menjadikan Pictniq sebagai destinasi wisata keluarga yang ramah anak.
Dengan adanya area bermain, Pictniq akan semakin menarik bagi wisatawan yang datang bersama keluarga, sekaligus memperluas segmentasi pengunjung.
Pictniq dan Tren Wisata Kekinian
Dalam beberapa tahun terakhir, tren wisata mengalami pergeseran. Wisatawan tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang “instagramable”, mudah diakses, dan ramah keluarga. Pictniq membaca peluang ini dengan cukup jeli.
Spot foto bertema ikon dunia menjadi nilai jual utama, sementara lokasi di perbukitan Patuk menawarkan pengalaman alam yang berbeda dari hiruk pikuk perkotaan. Kombinasi ini menjadikan Pictniq relevan dengan selera wisatawan masa kini.
Harapan untuk Pariwisata Gunungkidul ke Depan
Kehadiran Pictniq diharapkan menjadi contoh bagaimana pengembangan wisata dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, destinasi ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Bagi Gunungkidul, penambahan destinasi seperti Pictniq memperkuat posisi daerah ini sebagai tujuan wisata lengkap, mulai dari pantai, gua, perbukitan, hingga wisata tematik modern.
Next News

Golkar Gunungkidul Solid Dukung Gunawan Maju Ketua DPD 2025-2030, Ini Alasannya
10 days ago

Bansos Nagan Raya Rp4,74 Miliar Disalurkan ke 5.445 Fakir Miskin, Ini Rincian dan Mekanismenya
14 days ago

Mahasiswa ISI Solo Raih Juara di Festival Film Horor 2025, Karya FTV Tembus Nasional
14 days ago

Mobil Pelat Merah Digunakan Saat Libur Nataru Jadi Sorotan! Pemprov Jateng Ingatkan Bahaya Euforia Tahun Baru
14 days ago

Malam Tahun Baru di Solo 2025: 10 Titik Car Free Night, Hiburan Meriah, dan Rekayasa Lalu Lintas
14 days ago

Kecelakaan Tunggal di Jalur Lintas Selatan Gunungkidul, Mobil Wisatawan Terjun ke Sawah Sedalam 6 Meter
15 days ago

Gus Ipul Pastikan BLT Kesra BLTS Tetap Cair di Libur Akhir Tahun Lewat Kantor Pos
16 days ago

Korban Bencana Sumatra Dipastikan Dapat Rp8 Juta per KK! Mensos Gus Ipul Bongkar 7 Bansos + Hunian Gratis
16 days ago

Pagi Terima SK, Sorenya Pensiun? Kisah Haru Honorer K2 dan yang Belum Sempat Rasakan Kenaikan Gaji PPPK Paruh Waktu 2026
20 days ago

Jadwal BPNT 2025 Resmi Turun! Dana Susulan Tahap IV Kemensos Cair Mulai Hari Ini (15/12). Cek KKS Sekarang atau Dana Bisa Hangus!
a month ago