Ekonomi

Lebih Hemat Mana Beli Token Listrik Rp 20.000 atau Rp 50.000 untuk Daya 900 VA? Ini Perhitungan Lengkapnya

Arkam - Wednesday, 03 December 2025 | 07:51 PM

Background
Lebih Hemat Mana Beli Token Listrik Rp 20.000 atau Rp 50.000 untuk Daya 900 VA? Ini Perhitungan Lengkapnya
Bikin Kaget! Ini Perhitungan Hemat Token Listrik Rp 20.000 vs Rp 50.000 untuk Daya 900 VA, Selisih kWh Jauh Berbeda

Lebih Hemat Mana, Beli Token Listrik Rp 20.000 atau Rp 50.000 untuk Daya 900 VA? Ini Hitungannya

LINTAS BANTUAN - Bagi pengguna listrik prabayar PLN, pembelian token menjadi rutinitas penting untuk mengatur pengeluaran bulanan. Nominal pembelian token listrik sangat beragam, mulai dari Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000 bahkan hingga Rp 1 juta. Namun, dari sekian pilihan tersebut, banyak pengguna daya 900 VA masih bingung: lebih hemat beli token Rp 20.000 atau Rp 50.000?

Pertanyaan ini cukup penting karena setiap pembelian token listrik tidak hanya dikonversi menjadi kWh, tetapi juga dikenakan biaya admin dan pajak PBJT, yang bisa membuat selisih cukup signifikan.

Tarif Dasar Listrik 900 VA Subsidi dan Non-Subsidi

Tarif listrik 900 VA dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:

  • 900 VA subsidi: Rp 605 per kWh
  • 900 VA non-subsidi: Rp 1.352 per kWh

Selain tarif dasar, pembelian token juga dikenakan:

  • PBJT (Pajak Penerangan Jalan) 10%
  • Biaya admin ± Rp 1.750 (bervariasi tergantung platform pembayaran)

Simulasi Token Listrik 900 VA Subsidi

Token Rp 20.000

Dengan tarif Rp 605 per kWh, pengguna akan mendapatkan:

  • Sekitar 26,86 kWh
  • Dipotong PBJT 10% = Rp 2.000
  • Biaya admin sekitar Rp 1.750

Token Rp 50.000

Jika membeli Rp 50.000, jumlah kWh yang diperoleh:

  • Sekitar 71,49 kWh
  • PBJT 10% = Rp 5.000
  • Biaya admin sama, ± Rp 1.750

Simulasi Token Listrik 900 VA Non-Subsidi

Token Rp 20.000

Dengan tarif Rp 1.352 per kWh:

  • Sekitar 12,02 kWh
  • PBJT 10% = Rp 2.000
  • Biaya admin Rp 1.750

Token Rp 50.000

Untuk pembelian Rp 50.000:

  • Sekitar 31,99 kWh
  • PBJT 10% = Rp 5.000
  • Biaya admin sama, Rp 1.750

Kesimpulan: Mana yang Lebih Hemat?

Dari perbandingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

Beli token listrik dengan nominal lebih besar jauh lebih hemat.

Sebab:

  • Biaya admin nilainya tetap, meskipun nilai token lebih besar
  • PBJT dipotong berdasarkan persentase, jadi semakin besar nominal pembelian, semakin kecil proporsinya

Contoh untuk 900 VA subsidi:

  • Rp 20.000 → 26,86 kWh → ± 1,34 kWh per Rp 1.000
  • Rp 50.000 → 71,49 kWh → ± 1,43 kWh per Rp 1.000

Artinya, semakin besar nominal yang dibeli, semakin murah harga kWh yang diterima.

Tips Menghemat Token Listrik

  • Hindari pembelian token kecil berulang karena biaya admin menumpuk
  • Cek penggunaan listrik bulanan agar dapat menentukan kebutuhan token
  • Matikan perangkat standby yang tetap menyedot daya

Penutup

Memilih membeli token listrik Rp 50.000 lebih menguntungkan dibanding Rp 20.000, terutama untuk pelanggan dengan daya 900 VA baik subsidi maupun non-subsidi. Dengan memahami perhitungan kWh dan biaya tambahan, pengguna dapat mengatur keuangan listrik lebih bijak dan efisien.***

Popular Article