Ekonomi

BPNT Rp600.000 Tahap 1 2026 Cair Lagi! Ini Jadwal, Alur Penyaluran, dan Cara Cek Penerima Resmi

Arkam - Sunday, 04 January 2026 | 09:42 PM

Background
BPNT Rp600.000 Tahap 1 2026 Cair Lagi! Ini Jadwal, Alur Penyaluran, dan Cara Cek Penerima Resmi
Cek Bansos BPNT Rp600.000 Tahap 1 2026: Jadwal Cair dan Cara Cek Penerima

Memasuki awal tahun 2026, pencarian terkait jadwal pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Rp600.000 Tahap 1 semakin meningkat. Hal ini wajar, mengingat BPNT merupakan salah satu bansos reguler yang sangat dinantikan oleh jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Program BPNT disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) kepada masyarakat yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Bantuan ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu kebutuhan pokok masyarakat berpenghasilan rendah.

Apa Itu Bansos BPNT dan Berapa Besarannya?

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial dalam bentuk saldo yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan tertentu sesuai ketentuan program. Nilai bantuan BPNT adalah Rp200.000 per bulan.

Namun, dalam praktik penyalurannya, dana BPNT tidak selalu cair setiap bulan. Pemerintah biasanya mencairkan bantuan dalam satu tahap untuk tiga bulan sekaligus, sehingga KPM menerima total Rp600.000 per tahap.

Dengan skema tersebut, dalam satu tahun BPNT umumnya disalurkan dalam empat tahap, sehingga total bantuan yang diterima KPM bisa mencapai Rp2.400.000 apabila seluruh tahap cair.

Kapan Bansos BPNT Tahap 1 2026 Cair?

Pertanyaan ini menjadi yang paling sering diajukan masyarakat. Berdasarkan pola penyaluran tahun-tahun sebelumnya dan informasi yang beredar, pencairan BPNT Tahap 1 tahun 2026 diperkirakan berlangsung pada awal tahun.

Selain itu, BPNT susulan tahap akhir 2025 juga masih berpotensi cair pada minggu pertama hingga minggu kedua Januari 2026. Pencairan susulan ini ditujukan bagi KPM yang sebelumnya belum menerima bantuan akibat kendala teknis, seperti masalah rekening atau sistem perbankan.

Mengacu pada informasi dari kanal YouTube Klik Bansos, alur birokrasi pencairan BPNT Tahap 1 tahun 2026 diperkirakan sebagai berikut:

Prediksi Alur Pencairan BPNT Tahap 1 2026

Januari Minggu 1-2

Pemerintah daerah melakukan proses verifikasi dan validasi (verval) data KPM melalui aplikasi SIKS-NG. Tahap ini krusial untuk memastikan data penerima benar-benar valid dan aktif.

Januari Minggu 3-4

Setelah data dinyatakan valid, dilakukan pengecekan rekening KPM di bank Himbara. Pada tahap ini juga diterbitkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana).

Februari–Maret 2026

Dana BPNT mulai ditransfer secara bertahap ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik KPM.

Perlu diingat, jadwal ini masih bersifat prediksi, sehingga masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari Kemensos.

Tahapan Penyaluran BPNT Tahun 2026

Jika mengacu pada pola tahun sebelumnya, BPNT 2026 diperkirakan disalurkan dalam empat tahap, yaitu:

  • Tahap 1: Januari – Maret 2026 (Triwulan I)
  • Tahap 2: April – Juni 2026 (Triwulan II)
  • Tahap 3: Juli – September 2026 (Triwulan III)
  • Tahap 4: Oktober – Desember 2026 (Triwulan IV)

Setiap tahap umumnya mencairkan bantuan senilai Rp600.000, tergantung kebijakan pemerintah dan kondisi fiskal negara.

Mekanisme Penyaluran Dana BPNT

Dana BPNT disalurkan secara non-tunai melalui rekening KKS yang terhubung dengan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), antara lain:

  • BRI
  • BNI
  • Bank Mandiri
  • BTN
  • BSI (khusus wilayah Aceh)

Untuk wilayah tertentu, terutama daerah terpencil, penyaluran juga dapat dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

Saldo BPNT yang masuk ke KKS tidak dapat ditarik tunai, melainkan digunakan untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau agen yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Cara Cek Penerima Bansos BPNT Rp600.000

Masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerima BPNT secara mandiri dan gratis melalui laman resmi Kemensos. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Akses situs resmi Kemensos
  2. Buka laman cekbansos.kemensos.go.id melalui browser di ponsel atau komputer.
  3. Pilih wilayah domisili
  4. Lengkapi data provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, serta desa/kelurahan sesuai alamat pada KTP.
  5. Masukkan nama lengkap
  6. Ketik nama lengkap sesuai KTP tanpa singkatan dan pastikan ejaannya benar.
  7. Isi kode captcha
  8. Masukkan kode keamanan yang tampil di layar.
  9. Klik “Cari Data”
  10. Sistem akan menampilkan hasil pencarian apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima bansos.

Jika nama Anda tercantum sebagai penerima BPNT tahun 2025 dan status data masih aktif, maka peluang untuk menerima BPNT Tahap 1 tahun 2026 sebesar Rp600.000 tergolong besar.

Tips Agar Tetap Terdaftar sebagai Penerima BPNT

Agar status kepesertaan tetap aktif, KPM disarankan untuk:

  • Memastikan data kependudukan sesuai dan valid
  • Menggunakan saldo BPNT sesuai ketentuan
  • Aktif berkoordinasi dengan pendamping sosial atau perangkat desa
  • Segera melapor jika terjadi perubahan data keluarga
Popular Article